1. Adab Membaca Al-Quran
- Membersihkan badan dan pakaian serta mengambil wuduk. Mengambil dan mengangkat al-Quran dengan tangan kanan
- Membaca al-Quran di tempat yang bersih seperti di rumah, surau, masjid dan sebagainya. Yang paling utama adalah di masjid.
- Menghadap ke kiblat, membacanya dengan khusyuk dan tenang.
- Membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan dan bau
- Memlakan bacaan dengan membaca “aku berlindung dengan nama Allah dari syaitan yang direjam,” kemudian disusuli dengan “bismillah” serta membaca ummul kitab (Fatihah)
- Membacanya dengan tartil. Bacaan yang perlahan-lahan dan tenang
- Membaca dengan penuh perhatian dan memikirkan tentang ayat-ayat yang dibaca serta cuba memahami maksudnya
- Bacaannya hendaklah benar-benar diresapkan ke dalam hati, terutama pada ayat-ayat yang mengambarkan tentang nasib orang-orang yang berdosa serta yang melanggar perintah Allah
- Membaca dengan suara yang indah lagi merdu.
- Tidak diselang seli dengan perbualan, bermain-main atau ketawa. Hendaklah diteruskan bacaan sampai ke ayat yang ditentukan barulah disudahi.
2. Adab Menziarahi Orang Sakit
- Sunat menziarahinya secara berselang hari
- Makruh jika tinggal terlalu lama dan menyusahkan si pesakit serta keluarganya
- Sunat duduk dekat dengan kepala si pesakit
- Sunat membaca doa dan mengucapkan kata-kata yang disenangi oleh si pesakit
- Sunat mengampunkan setiap kesalahan pesakit sekiranya ia ada membuat kesalahan dengan kita
- Membawa apa-apa buah tangan yang patut bagi meringankan bebannya dan juga keluarganya
3. Adab Menziarahi Kubur
- Sunat memberi salam dan mendahului dengan kaki kanan apabila memasuki kawasan perkuburan
- Sunat mengambil wuduk
- Makruh bagi wanita tetapi sekiranya bercampur dengan kaum lelaki yang bukan mahramnya maka hukumnya haram. Bagi wanita yang sudah tua maka hukumnya harus
- Sunat membaca ayat-ayat al-quran seperti al fatihah dan sebagainya serta diiringi dengan doa
- Duduk hampir dengan kuburnya atau disisinya
- Dilarang mengusap atau mencium batu nisan
- Di larang tawaf di sekeliling kubur dengan memohon sesuatu hajat padanya kerana ini adalah perbuatan bid’aah yang mungkar
- Lebih afdal, ziarah dilakukan pada hari jumaat
4. Adab Bercakap
- Rasulullah S.A.W bersabda, “Janganlah bercakap melebihi dari zikrullah. Sesungguhnya dengan banyak bercakap akan mengeraskan hati dan bila hatinya telah keras maka ia akan menjadi semakin jauh dari Allah”
- Bercakaplah dengan nada yang jelas tanpa ada rasa keraguan dan jangan bercakap dengan nada yang samar-samar
- Bercakaplah di depan dengan cara bertentangan mata dan jangan bercakap di belakang, ini untuk mengelakkan timbulnya keraguan dan salah faham.
- Jika seoarng sedang bercakap tentang sesuatu tajuk dan tajuk itu belum habis dibincangkan maka janganlah mengutarakan tajuk baru atau memotong perbualannya itu.
- Jika seseorang sedang makan maka janganlah bercakap tentang sesuatu yang menjijikkan atau tentang sesuatu yang tidak disukai olehnya.
- Jangan bercakap di depan orang yang sedang sakit tentang sesuatu yang mendukacitakan sebaliknya ucapkanlah tentang sesuatu yang memberangsangkan.
- Jangan sesekali meniru gaya percakapan atau telor orang yang jahil dalam agama
- Jangan bercakap secara berkumam mulut
- Jangan bercakap mengenai hal orang lain, membuat fitnah serta mencaci-maki orang
- Jangan memanggil orang yang lebih tua dari kita dengan panggilan nama, seeloknya pangillah dengan nama yang memuliakan mereka.
- Jangan memanggil seseorang dengan gelaran yang tidak menyenangkannya
- Jangan bercakap tentang sesuatu perkara yang anda sendiri masih kurang pasti mengenainya.
Goog job. May God Bless You Always.
SHR dan Selamat Berpuasa
By: belalang boy on September 6, 2008
at 6:38 pm